Teknik dasar fotography

classic Classic list List threaded Threaded
1 message Options
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Teknik dasar fotography

liquido
Administrator
Ketika kita melihat suatu foto, bagaimana kita dapat mengkategorikan foto tersebut bagus atau tidak. Ketika kita mengatakan bagus, hal apakah yang menyebabkan foto tersebut bagus? Apakah karena kamera yang dipakai atau berdasarkan teknik fotografi? Pertanyaan  ini mungkin muncul di benak Anda. Tapi dapat dikatakan kalau fotografi bukan segalanya tentang kamera. Kamera hanyalah alat untuk menyalurkan ide kita. Jika kita ingin menghasilkan foto yang bagus maka carilah ide yang mantap dulu. Kita harus dapat melihat setiap aspek yang dapat menghasilkan foto bagus. Coba perhatikan factor cahaya, komposisi dan momen karena hal-hal inilah yang akan menghasilkan point of interest dari sebuah foto.

Untuk menghasilkan gambar foto dengan warna yang mantap maka beberapa  fungsi pada kamera yang dapat diseting adalah:
Aperture atau biasa disebut diafragma berfungsi untuk mengatur seberapa besar bukaan. Nalarnya semakin besar bukaan maka semakin banyak cahaya yang masuk. Tapi pada kamera nilai aperture 22 akan menerima sedikit cahaya daripada nilai aperture 5.6, jadi semakin besar aperture kamera maka cahaya yang masuk akan semakin sedikit. Pengaruh lain yaitu pada depth of field (daerah fokus). Jika bukaan lensa semakin kecil, maka semakin besar daerah fokusnya dan sebaliknya.

Shutter Speed atau kecepatan rana bertugas untuk mengatur berapa lama mirror terbuka lalu menutup kembali. Berfungsi untuk membatasi berapa banyak cahaya yang akan masuk. Jika shutter speed nilainya 1000 maka kecepatan buka-tutupnya akan lebih cepat daripada shutter speed dengan nilai 30.  Karena nilai shutter speed 1000 berarti rana akan terbuka selama 1/1000 detik sedangkan nilai shutter speed 30 berarti rana akan terbuka selama 1/30 detik. Jika ingin memfoto balapan motor dan ingin mendapatkan foto pembalapnya pas lagi balapan, maka gunakan shutter speed yang tinggi misalnya 1000. Dengan shutter speed ini kita akan mendapatkan foto yang terlihat diam (freeze).

ISO atau ASA merupakan tingkat sensitifitas film dalam menerima cahaya. Semakin tinggi nilainya, maka akan semakin tinggi tingkat sensitifitasnya. Efeknya akan terlihat saat menggunakan film ASA tinggi, maka gambar akan terlihat grainy (banyak bintik-bintik kecilnya). Sedangkan penggunaan ISO tinggi akan menghasilkan noise (seperti bentuk cacing namun banyak).
“We don’t stop playing because we grow old, we grow old because we stop playing.” peace sign
Loading...